Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisi: Hidup Bukan Hanya Tentang Mu

Menyendiri memang enak Merasakan nyamannya kesunyian dan kedamaian Tapi kau terlalu kesepian Teman memang bukan segalanya Setidaknya itu yang kau pikirkan Tapi kesendirian ada, juga karena orang lain Berkat mereka, kau bisa merasakannya Jika mereka tak pernah ada, kita tak pernah merasakan kesendirian Menjadi introvert itu simpel Kita tak perlu orang lain, untuk membuat diri kita terisi kembali Namun bayangkan, hanya ada kau satu-satunya Kesendirian yang kau rasakan akan hilang Semua terasa normal Semangat itu sudah tak ada artinya lagi Kenyamanan itu perlahan hilang, hanya meninggalkan kesepian Tanpa mereka, kesendirian tak bermakna

Puisi: Menangkap Ikan Tak Hanya Memakai Jaring

Biarkan mereka yang tak membalas dia dan kau bukan siapa-siapa entah akan berlalu sampai kapan takdir bukan kita yang menentukan namun kita yang menjalankan Entah seperti apa ke depannya cukup diterima saja anggap tak terjadi apa-apa yang lalu biarlah berlalu Biarlah kecanggungan ini terjadi suatu saat akan terlewati hidup memang tak mulus sesekali hidup bukan hal yang dapat diprediksi cukup hadapi dengan pasti Anggaplah ini sebuah pelajaran tentang tak semua memakai satu jalan, tentang bagaimana kita dalam perbedaan, dan melihat berbagai macam keputusan Sebenarnya hal ini sederhana namun menjalankannya sungguh rumit

Puisi : Selamat/Sukses

  Selamat/Sukses apa yang diharapkan dari kalian, kepada anak yang hilang arah apa yang kalian bayangkan dari seorang anak yang bahkan tak punya bayangan aku ingin tahu masa depan  dimata kalian aku tak ingin  kalian  memasangnya tinggi-tinggi agar saat jatuh tak hancur, terpajang kembali  ditempat yang lebih baik. mah.. pah.. - Rakyatmariyuana

Puisi: Untuk Penugas

Untuk Penugas Mengapa takdir  memberi tugas  tak bernalar Melempar tanggung jawab yang bukan tanggungan ku dan waktu sesingkat judul puisi Hei Siapapun itu Biarkan kedua kaki ku saling bertemu sejenak dari lamanya berlari, mendaki yang hanya menyapa sesaat  berpapasan singkat Namun pula ku tak ingin tugas ku di cabut hingga ke akarnya Ku tak ingin masalah-masalah lewat begitu saja, tak mempedulikan ku Membuatku terdampar bersama mereka Tak berguna, tak berdaya, terlupakan - Rakyatmariyuana May 12th, 2020 (11:20 AM)

Puisi: Kembang Api (1)

Kembang Api 2 tahun berlalu, seseorang hadir dalam hidupnya Dia tidak ingin mengakui perasaannya tentang dia Sampai dia sadar, berbohong pada diri sendiri juga menyakitkan Hari demi hari, dia coba tuk terima tanpa mengubah hubungan apapun Tak perlu disampaikan Biarkan, mengalir apa adanya Seperti kembang api yang meledak dalam ruang insulasi akustik   - Rakyatmariyuana May 12th, 2020 (7:40 AM)

Puisi: Lapisan Teratas (behind the story)

Lapisan Teratas Jauh di atas panasnya inti bumi Di luar lempeng-lempeng bumi Lapisan yang mampu mengubah dunia mempengaruhi dengan kejam Terluar bumi Ku menyebutnya lapisan teratas Yang tak tembus apapun Berkembang tanpa menyisakan ruang Di atas aspal Bergerak bernyawa Tanpa alam serta bawah sadar Tamak yang tumbuh Seiring uban ubun-ubun Lapisan yang penuh lubang remake: May 10th, 2020 Puisi apa nih? Puisi ini adalah puisi yang gue buat ketika h-1 gue mengikuti latihan dasar kepemimpinan organisasi SMA. gue disuruh senior bikin puisi dan dicatet di buku yang merupakan salah satu atribut organisasi. gue ngebuatnya tengah malem dan ngasal karena waktunya ga cukup dan harus ngurus keperluan atribut lain. inilah yang menyebabkan puisi ini aneh dan ga jelas. walau dengan keanehannya, yang membuat puisi ini bernilai bagi gue adalah bukan isi atau makna dari puisi itu, melainkan dari kenangan-kenangan yang selalu terlintas dalam pikiran gue kalo lagi membaca puisi in...